Cerita Berdaya

Kakakku Disabilitas Dan Dia Insipirasiku

Kami memang bukan sedarah, tapi dia tetap kakakku. Perempuan yang pertama kali aku panggil kakak ketika aku dilahirkan di dunia ini, karena memang kami tinggal serumah. Dia yang mengajarkan aku akan arti sebuah mimpi dan kerja keras dalam hidup. Aku tinggal dengannya hanya sampai masa remajaku, ketika dia memilih untuk tinggal di rumah orang tua kandungnya. Namun kisah hidupnya telah membuat dia menjadi inspirasiku.

Perempuan yang selalu tertawa, perempuan yang selalu riang setiap kali aku melihatnya di setiap acara keluarga, walaupun dengan kekurangannya. Ya, kakaku adalah seorang penyandang disabilitas. Dia menggunakan kaki palsu sejak umurnya 1 tahun. Tapi aku tak pernah melihat rasa sedih ataupun malu dalam dirinya. Yang aku tahu dan lihat, dia selalu membawa keceriaan dan kebahagiaan dimanapun dia berada.

Dari masa kuliahnya, dia adalah orang yang paling sibuk. Bahkan terkadang di beberapa kegiatan acara, dia tak pernah tampak. Sampai akhirnya aku tahu bahwa dia bekerja untuk membiayai kuliahnya sendiri. Bekerja menjadi guru privat di beberapa rumah bahkan hingga pulang larut. Dari dia aku belajar, aku harus menjadi seorang yang mandiri dalam kehidupan dan berusaha untuk membiayai pendidikan aku sendiri.

Kehidupan kakakku tak luput dari kata, kerja dan kerja keras, dia mengajarkan kepada aku bahwa hidup itu harus berjuang, karena hidup adalah ketika kamu berdiri diatas kaki kamu sendiri. Ketika kamu percaya bahwa kehidupan adalah milikmu bukan milik orang lain, dan kamu harus percaya itu. Dia selalu keras untuk mengajariku, karena dia selalu bilang “orang di luar sana bisa lebih keras dari kakak” jadi kamu harus tahan banting. Kadang aku berpikir, sekeras itukah kehidupan di luar?

Dulu yang aku tau dia bekerja di sebuat media company yang membuat jam kerjanya selalu larut malam. Yang aku tau juga, selain dia bekerja di media company, dia memiliki EO dengan teman-temanya dan telah berhasil membuat pameran pendidikan terbesar di Bekasi. Aku pun menjadi salah seorang pekerja disana. Walaupun kakakku seorang disabilitas, dia yang menjadi project officer di acara itu. Dengan tertatih dan tergopoh karena sudah lelah selama 3 hari menyiapkan acara, dengan sigap dia tetap melayani para universitas yang membuka stand disana. Dari dia aku melihat bahwa kemampuan kitalah yang dilihat orang lain bukan kekurangan.

Setelah dia keluar dari media company, dia pindah di kantor MultiNasional, yang aku dengar kantor pusatnya di Amerika. Dan aku kembali melihat kakakku seorang disabilitas yang mampu berkeliling dunia karena kemampuannya bukan karena kekurangannya. Dari dunia sosial media, dari ceritanya, kakakku bercerita bagaiman dia bekerja dengan orang yang berbeda budaya dan Negara. Bagaimana mereka menjalin komunikasi dan bagaimana ia melihat dunia lain dengan kacamatanya. Ya, kakakku adalah inspirasiku untuk melihat dunia, ia yang membuat aku berjanji bahwa aku bisa keliling dunia sepertinya.

Kemudian dia mengambil S2 di salah satu Universitas Negeri terbaik di Negeri ini, prestasi lain dari kakakku seorang disabilitas. Mimpi yang ia ingini tercapai dan kalian tahu, dia mendapatkan beasiswa untuk kuliahnya. Dan aku dengan bangga berkata DIA KAKAKKU. Walaupun dia sudah menjadi inspirasiku dari aku kecil, aku merasa dia menjadi inspirasi bukan hanya untuk diriku namun untuk orang lain. Maka cerita ini aku ceritakan.

Setelah selesai pendidikan S2nya, ia bergabung di salah satu social enterprise bernama Thisable Enterprise. Kemudian aku bertanya, “kenapa kak mau bergabung?” Kakak bisa menjadi karyawan di perusahaan besar dan ternama lainnya di Indonesia, kenapa memilih sebuah Yayasan?

Dan dia menjawab

“HIDUP KAMU MENJADI LEBIH BERHARGA KETIKA KAMU DAPAT MEMBANTU ORANG LAIN UNTUK MENJADI BERHARGA”

Lalu aku termenung mendengarkan jawabannya, bermanfaat bagi orang lain? Namun bagaimana caranya? Kakakku membawaku mengikuti kegiatan di kantornya dan social enterprise ini adalah sebuah social enterprise yang memiliki sebuah misi untuk pemberdayaan ekonomi secara mandiri dan kreatif untuk teman-teman disabilitas. Can you imagine? For Disability People at Indonesia….

Two words that I can say…HOW AMAZING

Kakakku yang dengan mudah memilih perusahaan besar yang ia ingini, ia memilih untuk bergabung di social enterprise karena dia menyadari bahwa banyak teman-teman disabilitas lainnya yang belum mendapatkan kesempatan seperti kakakku, dan ia ingin membantu mewujudkan hal itu. Kakakku, dengan sabar membantu teman-teman tuna netra memasuki kamar mandi, dengan sabar belajar memahami cara berkomunikasi dengan teman-teman tuli. Dan dengan sabar memberikan motivasi kepada teman-teman tuna daksa. Kakakku adalah inspirasiku.

Aku pernah terlibat di salah satu program kakakku, yaitu mengadakan uji kompetensi untuk teman-teman disabilitas. Dan ketika aku terjun langsung, aku menyadari alasan utama kakakku. Kalian tahu, bagaimana tawa, tangisan haru, ucapan terima kasih oleh teman-teman disabilitas lainnya yang dengan tulus mengucapkan “Terima kasih yah Mbak, sudah membantu saya mendapatkan pekerjaan, saya bisa menghidupi keluarga saya”.

Hal itu bukan hanya 1 orang namun ratusan, aku ulangi ratusan, Dan satu hal yang kakakku selalu berkata kepadaku. MULAILAH DARI SEBUAH MIMPI, DAN KETIKA KAMU SUDAH MENGGAPAINYA, BANTULAH ORANG LAIN UNTUK MEWUJUDKAN MIMPINYA.

Inilah kakakku, perempuan disabilitas yang selalu menjadi inspirasiku. Ia bukan hanya hebat bagi diriku, namun ia hebat bagi teman-teman disabilitas yang lain. Teman-teman disabilitas yang masih menunggu kesempatan bekerja bagi diri mereka di negeri ini. Teman-teman disabilitas yang masih berusaha menggapai mimpinya dan dengan percaya bahwa mimpinya dapat terwujud ataupun teman-

teman disabilitas yang sudah berkarya dan tengah berusaha mewujudkan mimpinya.

DIA ADALAH KAKAKKU, SEORANG DISABILITAS YANG MENGINSPIRASI AKU DAN ORANG LAIN


0 Komentar

Kirim Komentar